Views: 250
0 0
Share
Read Time:4 Minute, 39 Second

Yogyakarta adalah destinasi wisata dengan atraksi wisata yang beragam. Mulai dari wisata sejarah, budaya, kuliner, dan alam semuanya ada di Yogyakarta.

1. Gudeg Pawon

Gudeg adalah makanan khas Yogyakarta yang sudah cukup terkenal di antara wisatawan.Wisatawan biasanya membeli gudeg untuk dinikmati di tempat atau dibawa sebagai oleh-oleh. Mungkin kita sudah terbiasa mendengar Gudeg Yu Djum, atau Gudeg lain yang mudah kita jumpai di Yogyakarta. Tapi pernahkah mendengar Gudeg Pawon ?

Gudeg Pawon menawarkan pengalaman yang berbeda dari gudeg jenis lainnya. Gudeg Pawon di jual langsung di rumah pemiliknya yaitu Bapak Prapto Widarso. Gudeg Pawon sudah ada sejak tahun 1958. Awalnya Bapak Prapto Widarso berjualan gudeg di pasar, namun gudeg buatannya sering habis bahkan sebelum dijual di pasar. Sehingga ia memutuskan untuk mejualnya di rumah saja. Untuk menikmatinya kita harus mengantri  dan memesan Gudeg di dapur tradisional (Bahasa Jawa : Pawon) inilah asal dari nama Gudeg Pawon. Setelah memesan kita akan diarahkan untuk menikmati Gudeg kita di depan rumah sang pemilik. Jangan kaget kalau disana banyak orang yang mengantri untuk membeli gudeg. Karena biasanya konsmen datang 2 jam sebelum Gudeg Pawon ini buka.

Rasa dari Gudeg Pawon sedikit berbeda dibandingkan dengan rasa di Gudeg Yu Djum, rasanya cenderung gurih dan sedikit rasa manis.

Lokasi: Jalan Janturan UH/IV No.36, Warungboto, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa

Jam Buka : 22.00 – habis

Sumber : https://www.goodnewsfromindonesia.id/2017/07/31/menilik-gudeg-pawon-yang-antriannya-selalu-panjang

 

2. Mangut Lele Mbah Marto

Awalnya mbah Marto berjualan keliling disekitar desanya. Kemudian pada tahun 1989 , Mbah Marto  memutuskan untuk berjualan mangut lele di rumahnya sendiri. Yang menjadi ciri khas dari Mangut lele racikan mbah Marto adalah proses masak yang dilakukan di pawon atau dapur dirumahnya dan kita bisa melihat langsung prosesnya. Jika kita datang lebih awal kita bisa melihat proses masak dari awal lele di asap sampai proses masak di dapurnya. Rasa dari Mangut Lele ini gurih, pedas,  dan sangat terasa aroma dari proses pengasapan lele-nya. Selain dari rasa mangut-nya, Keramahan Mbah Marto khas orang jawa menjadi nilai tambah disana. Dengan senang hati Mbah Marto akan memberikan cerita tentang warung mangut lele-nya kepada anda.

Lokasi : Jl. Sewon Indah, Ngireng-ireng, Panggungharjo, Kec. Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Jam Buka : 10.00 WIB – 21.00 WIB

Jika anda datang ke Mangut lele Mbah Marto jangan lupa bawa uang lebih banyak, karena dijamin makan satu porsi saja tidak cukup.

Sumber : https://food.detik.com/info-kuliner/d-4169293/mbah-marto-legenda-kuliner-dengan-mangut-lele-dari-sewon-bantul

3. SGPC Bu Wiryo 1959

Dari namanya saja sudah pasti ini tempat makan legendaris, dimana SGPC atau Sego Pecel Bu Wiryo ini sudah ada sejak tahun 1959. Warung pecel ini menjadi favorit mahasiswa UGM dari tahun 60an. Sambal pecel disini sangat cocok bagi kita yang menyukai rasa pedas. Setiap hari di WArung pecel ini menampilkan live music akustik yang membawakan lagu-lagu jawa untuk menemani kita menikmati makanan. Selain pecel, menu yang sangat direkomendasikan disini adalah nasi sop yang memiliki rasa gurih dan segar.

 

Lokasi : Jl. Agro No.10, Kocoran, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

 

Jam buka : 07.00 WIB – 21.00 WIB

Bagi kita yang mungkin masih mahasiswa harga pecel disini akan terlihat mahal, tetapi jika kita rasakan harganya akan sesuai dengan rasa dan suasana yang kita dapatkan.

Sumber : https://gudeg.net/direktori/1670/sgpc-bu-wiryo-1959-yogyakarta.html

4. Lumpia Mutiara

Malioboro selain menjadi tempat wisata unggulan Yogyakarta dengan wisata belanja dan banyaknya suguhan budaya dan seni disana ternayta memiliki daya Tarik kuliner yang kaya. Salah satunya adalah Lumpia Mutiara. Lumpia disini bukan diisi dengan mutiara ya, tapi orang-orang sering menyebutnya Lumpia Mutiara karena berlokasi di depan Hotel Mutiara di jalan Malioboro.

Tempat berjualan lumpia ini sangat sederhana hanya dengan satu gerobak saja, bagi yang tidak tahu mungkin akan mengira tidak ada yang istimewa dengan lumpia satu ini. Padahal lumpia ini sudah ada sejak 30 tahun yang lalu dan sudah dikelola oleh generasi kedua. Tidak hanya legendarisnya lapak lumpia ini yang menjadikannya istimewa, rasa dari lumpia ini pun tidak kalah istimewa. Lumpia disini memiliki isian rebung untuk lumpia yang biasa, dan isian rebung ditambah telur puyuh untuk lumpia special. Lumpia disini disajikan dengan bawang yagn dicincang halus dan cabe rawit.

Lokasi : Depan hotel Mutiara Malioboro. Jl. Malioboro No.18, Suryatmajan, Kec. Danurejan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta

Jam buka :

Senin : 16.30–21.00

Selasa – Minggu : 08.00–21.00

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160411084134-262-123005/lumpia-mutiara-lumpia-legendaris-dari-malioboro

5. Bakmie Mbah Mo

Kuliner legendaris yang terakhir adalah Bakmi Mbah Mo. Warung bakmi Mbah Mo ini sudah berdiri sejak 1986. Yang membedakan bakmi Mbah Mo dengan bakmi lain adalah resepnya yang menggunakan bahan sedikit berbeda. Diantaranya bakmi Mbah Mo menggunakan telur bebek dan ayam kampung, kemudian mi yang digunakan hanya mi kuning tidak menggunakan mi bihun yang sering digunakan bakmi lain. Selain itu racikan bakmi Mbah Mo tidak menggunakan kecap sama sekali. Tapi, walaupun beberapa bahan yang berbeda tidak membuat rasanya kalah dengan bakmi lainnya. Justru dengan perbedaan bahan ini membuat bakmi Mbah Mo memiliki rasa yang khas. Resep bakmi Mbah Mo juga selalu dipertahankan tidak dikutangi atau ditambahkan sesuai dengan resep dari awal berdirinya warung bakmi Mbah Mo.

 

Lokasi : Jl. Parangtritis No.KM.11, Code, Trirenggo, Kec. Bantul, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Jam Buka : 17.00 WIB – 23.00 WIB

Sumber : https://brilicious.brilio.net/spot-makan/bakmi-jawa-mbah-mo-kuliner-sederhana-melegenda-dari-pelosok-desa-1804064.html#

 

 

Semua rekomendasi wisata kuliner diatas bisa kamu dapatkan dengan menggunakan fitur baru delokal travelmate.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

One thought on “Rekomendasi Wisata Kuliner Legendaris Yogyakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Menu